Rohil, – PT Sawit Riau Makmur (PKS) PT SRM telah memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan viral yang menyatakan masyarakat di Kepenghuluan Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir merasa terganggu oleh asap dan debu hitam yang diduga berasal dari operasional pabrik kelapa sawit perusahaan tersebut.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan HRD Manager PT SRM, Rais, perusahaan menegaskan operasional saat ini berjalan sesuai standar, dengan keselamatan dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama.
“Kami sangat menyadari tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan hidup. Sejak awal beroperasi, PT SRM telah berkomitmen menjalankan bisnis dengan prinsip keberlanjutan dan mematuhi semua peraturan pengelolaan lingkungan yang berlaku di Indonesia,” jelasnya kepada Tim Media, Senin 16 Februari 2026.
Berkaitan dengan klaim mengenai asap boiler, PT SRM menjelaskan bahwa pengujian kualitas emisi dilakukan oleh konsultan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan titik sampel ditentukan langsung oleh tim Kepenghuluan Teluk Mega untuk memastikan objektivitas.
“Kami tidak memiliki kendali terhadap pemilihan titik sampel sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Hasil pengujian menunjukkan emisi asap boiler masih berada di bawah batas baku mutu emisi industri yang berlaku,” ujar Rais.
Perusahaan juga dengan tegas menyangkal adanya asap hitam yang mengandung kerak boiler keluar dari cerobong. “Kerak boiler adalah endapan pada bagian dalam boiler yang dibersihkan secara berkala melalui pemeliharaan terencana. Sistem filtrasi dan pengolahan emisi yang kami gunakan dirancang untuk menangkap semua partikel padat, sehingga tidak mungkin terdapat debu hitam atau kerak yang keluar dari cerobong kami,” jelasnya.
PT SRM telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas produksi, termasuk sistem cerobong, filter emisi, dan peralatan boiler. Hasil pemeriksaan menunjukkan semua peralatan beroperasi normal tanpa kerusakan atau kelainan yang dapat menyebabkan emisi tidak sesuai standar.
Selain itu, perusahaan telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan berkala di sekitar area pabrik dan wilayah masyarakat. “Kami menghargai perhatian dan kekhawatiran masyarakat Kepenghuluan Teluk Mega. Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah ini, kami siap terus berkomunikasi dan bekerja sama dengan semua pihak untuk menangani setiap kekhawatiran di masa depan,” tambah Rais.
PT SRM menyatakan akan terus meningkatkan sistem pengelolaan lingkungan dan melakukan pembaruan teknologi guna memastikan emisi berada pada tingkat terendah mungkin. Perusahaan berkomitmen berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Beranda
Lingkungan
PT SRM Pastikan Tidak Ada Kerak Boiler Keluar dari Cerobong, Hasil Uji Sesuai Standar
PT SRM Pastikan Tidak Ada Kerak Boiler Keluar dari Cerobong, Hasil Uji Sesuai Standar










