Rohil — Ribuan ibu-ibu warga Dusun Berkat Hulu Kepenghuluan Menggala Sakti dan warga Beberapa Kepenghuluan di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, hari ini turun ke jalan dan melakukan aksi blokade total di Jalan Lintas Perbatasan Menggala–Pujud! Jalan utama penghubung Riau–Sumatera Utara itu kini tertutup rapat, tidak ada satu pun kendaraan pribadi maupun truk yang boleh melintas — sampai tuntutan warga dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi Riau.
Suara kemarahan warga sudah tak bisa lagi ditahan. Tiap hari, mereka terpaksa menghirup debu tebal yang beterbangan sepanjang jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Anak-anak, orang tua, semuanya kini berjatuhan sakit — batuk, sesak napas, gangguan pernapasan — semua karena debu jalanan yang tak pernah berakhir.
“Kami sudah muak! Tiap hari hirup debu, penyakit pun berdatangan. Dulu pemerintah berjanji akan memperbaiki jalan ini — tapi itu ternyata janji palsu! Makanya kami blokade jalan ini. Pokoknya, sebelum tuntutan kami dikabulkan Bapak Gubernur Riau, tidak ada kendaraan yang boleh lewat!” — tegas Anita salah satu perwakilan ibu-ibu dalam orasi yang membara di atas pentas aksi. Rabu 2 September 2026.
Warga dengan penuh harap sekaligus lantang memohon kepada Gubernur Riau. “Tolong Bapak Gubernur Riau, kasihani anak-anak kami! Tiap hari mereka harus menghirup debu ini. Penyakit pun datang satu per satu. Sampai kapan kami harus bertahan begini?
“Untuk diketahui,l Jalan lintas Menggala–Pujud adalah urat nadi perhubungan antar jalan Kabupaten l, namun kondisinya sudah rusak parah bertahun-tahun. Lubang-lubang besar dan permukaan tanah yang hancur membuat setiap kendaraan yang lewat menimbulkan debu tebal yang menyelimuti pemukiman warga sepanjang jalan. Janji perbaikan yang pernah disampaikan pemerintah provinsi ternyata tinggal janji tanpa realisasi.
Kesabaran warga habis. Hari ini, ribuan ibu-ibu berdiri teguh di tengah jalan, memasang pentas dan barikade, menegaskan: Jalan ini tidak akan dibuka kembali sampai Gubernur Riau turun tangan langsung dan memastikan perbaikan jalan segera dimulai. Aksi ini bukan sekadar protes,ini adalah teriakan warga yang sudah lelah dikorbankan oleh janji-janji yang tak pernah ditepati.
















