banner 728x250

Wujudkan Nol Hotspot, Kapolres Rohil Gelar Rakor Pencegahan Karhutla Bersama Forkompinda

  • Bagikan

Rohil – Menghadapi potensi musim kemarau panjang dan prediksi fenomena cuaca El Nino pada tahun 2026, Polres Rokan Hilir menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakor) Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar instansi serta mematangkan strategi antisipasi dini.

Rakor dilaksanakan pada hari Rabu, 08 April 2026, pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan Wakil Bupati Rohil, Komplek Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi. Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, unsur DPRD, jajaran TNI, Kejaksaan, BPBD, Kepala OPD, Camat, Kapolsek, Lurah/Penghulu, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jhony Charles menegaskan bahwa potensi Karhutla menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat prediksi cuaca yang akan datang. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah antisipatif sejak dini sebelum musim kemarau tiba.

“Seluruh pihak harus bergerak bersama dan tidak menunggu terjadinya kebakaran. Pencegahan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla,” tegas Wabup.

Sementara itu, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni dalam paparannya menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dan dunia usaha. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif melakukan patroli, edukasi, dan deteksi dini di wilayah rawan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Setiap titik panas atau kejadian harus ditindaklanjuti dengan cepat agar tidak meluas. Polri juga akan bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” ujar Kapolres dengan tegas.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai langkah strategis yang akan diterapkan, antara lain peningkatan patroli terpadu, pendataan lahan kosong, pembangunan embung dan sekat kanal, serta penguatan sistem pemantauan hotspot secara terintegrasi. Selain itu, komitmen perusahaan untuk menerapkan prinsip zero burning atau pembukaan lahan tanpa bakar juga menjadi poin penting yang ditekankan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat sebanyak 14 dari 18 kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir masuk dalam kategori rawan karhutla, terutama pada wilayah lahan gambut. Hal ini menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras dan terkoordinasi.

Rakor ini menghasilkan kesepahaman dan komitmen bersama untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengedepankan upaya preventif guna meminimalisir risiko bencana.

Kegiatan berjalan lancar dan ditutup pada pukul 12.40 WIB. Diharapkan melalui sinergi yang kuat ini, Kabupaten Rokan Hilir dapat terhindar dari bencana karhutla, sehingga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *