Pekanbaru – Menanggapi pemberitaan mengenai kondisi Asrama Mahasiswa Rokan Hilir (Rohil) di Jalan Markisa, Pekanbaru, Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (Hipemarohi) Pekanbaru Kabinet Perjuangan memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tetap berimbang dan objektif.
Mereka menilai narasi yang menyebutkan kerusakan asrama mahasiswa tersebut akibat kelalaian pemerintah era saat ini kurang tepat dan tidak melihat akar permasalahan secara utuh.
Namun dibantah oleh M. Fiqri, pengurus Hipemarohi sekaligus penghuni aktif asrama, menegaskan bahwa kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan bukan muncul mendadak.
Menurutnya, penurunan fungsi fasilitas merupakan dampak pengabaian pemeliharaan yang telah berlangsung lama dan akumulasi minimnya perbaikan menyeluruh di era sebelumnya.
“Sangat tidak berimbang jika persoalan menahun ini baru diangkat sekarang dan seolah-olah dituduhkan sebagai kelalaian pemerintah yang baru saja menjabat. Realitanya, kondisi gedung ini sudah sangat memprihatinkan jauh sebelum transisi kepemimpinan daerah terjadi,” jelas Fiqri kepada awak media, Jum’at 23 Januari 2026.
Sementara itu, Presiden Hipemarohi Pekanbaru Muhammad Yusuf menegaskan bahwa fokus utama bukan menyalahkan satu pihak, melainkan mendorong perbaikan nyata.
“Kami tidak dalam posisi membela atau menyudutkan pihak mana pun. Fokus kami adalah bagaimana fasilitas mahasiswa ini segera layak huni dan tidak ditarik ke ranah politik praktis yang cenderung subjektif,” ujarnya.
Yusuf menambahkan bahwa Hipemarohi sedang menjalin komunikasi aktif dengan Pemda Rohil, yang dinilai memberikan respon positif untuk menata kembali aset daerah yang terbengkalai.
Dalam kesempatan ini, Hipemarohi mengajak seluruh elemen untuk menjaga kondusivitas informasi pasca-Pilkada dengan dua poin utama: Objektivitas Media: Menghimbau media menyajikan informasi berimbang dengan melihat kronologis waktu kerusakan secara akurat.
Solusi bukan polemik: Mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses perbaikan daripada melempar narasi tidak produktif.
“Masalah asrama ini adalah tugas kita bersama. Kami ingin memastikan asrama ini kembali menjadi tempat tinggal dan pusat aktivitas mahasiswa yang nyaman tanpa harus dikaitkan dengan kepentingan politik tertentu,” tutup Yusuf.
















