Pekanbaru — Hanya empat hari setelah Jaringan Aktivis Penjaga Aset Negara dari Oligarki (JANGAN OLIGARKI) mendesak Kejati Riau menelusuri dugaan penyalahgunaan wewenang di PT Agrinas Palma Nusantara, muncul balasan tegas: Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian dan Perkebunan Produktif (Koperatif) turun ke jalan membela direksi.
Sekitar 50 massa menggelar aksi damai di kantor Agrinas, Selasa (15/9/2026), membentang spanduk dukungan dan menolak keras tudingan yang menyasar Direktur Operasional Tuhu Bangun serta Direktur Kepatuhan Novil. Koordinator Lapangan Koperatif, Ricky Sanjaya, menilai tuduhan itu dangkal dan merugikan.
Koordinator Lapangan KOPERATIF, Ricky Sanjaya, melontarkan kritik tajam: “Kami menyesalkan ada pihak yang terus mempersoalkan tanpa melihat substansi! Direksi Agrinas tidak sedang main-main—mereka sedang mencari jalan keluar agar aset negara tidak hancur. Sawit bukan tanaman mainan: harus dipupuk, dirawat, dijaga! Kalau dibiarkan, siapa yang rugi? Rakyat dan Negara!”
Ia menegaskan: SK Penugasan Sementara yang jadi sorotan panas adalah keputusan bisnis yang dihitung matang, bukan main sembarangan! Ada analisis mendalam, ada evaluasi berkala—tujuannya satu: menjaga keberlanjutan aset negara.
“Jangan hanya karena kepentingan bisnis pribadi terganggu, lalu melontarkan sentimen kosong tanpa solusi! Tunjukkan datanya kalau berani, jangan cuma berteriak di jalan!” tegas Ricky dengan nada membara.
Dalam aksi damai yang berlangsung padat itu, spanduk menjadi suara tanpa kata: Apresiasi tulus untuk Direksi & Karyawan Agrinas yang bekerja di garis depan. Prinsip utama: Perusahaan Negara Bukan Milik Siapa-Siapanya! Utamakan Rakyat, Bukan Kelompok.
Suara aspirasi diterima Kabag Umum Agrinas, Budi Hartono. Ia menyambut dukungan ini sebagai suntikan nyali. “Terima kasih atas kepercayaan ini. Ini bikin kami makin kuat bekerja sesuai amanat Presiden: membenahi BUMN, memulihkan aset negara agar tidak kembali ke tangan yang salah!”
Namun di balik berisiknya dua kubu ini, pertanyaan paling tajam tetap menggantung di udara: Apakah semua kebijakan Agrinas benar-benar berjalan di jalur aturan yang sah? Di mana bukti transparansi yang bisa diuji publik. pungkasnya.
















