banner 728x250

Puluhan Karangan Bunga Penuh Apresiasi Hiasi Mapolres Rohil Usai Ungkap Pencurian Hiolo Kelenteng

  • Bagikan

Rohil – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman Mapolres Rokan Hilir hari ini. Puluhan karangan bunga indah berjejer rapi memenuhi halaman markas kepolisian, dikirimkan secara khusus oleh masyarakat, tokoh, komunitas, hingga pemuka agama Tionghoa dari Rokan Hilir maupun Jakarta. Ini adalah bentuk rasa terima kasih dan apresiasi tulus atas keberhasilan gemilang Tim Gabungan Polres Rokan Hilir mengungkap kasus pencurian benda bernilai religius tinggi, Hiolo, di Kelenteng Hai Cu King, Kecamatan Sinaboi.

Keberhasilan ini menjadi sorotan luas karena bukan sekadar penanganan kasus pencurian biasa. Pada Selasa, 9 Juni 2026 lalu, Kelenteng Hai Cu King di Sungai Bakau dilanda keprihatinan akibat hilangnya lima unit Hiolo—wadah pedupaan berbahan kuningan yang memiliki makna sakral—dengan perkiraan kerugian materi mencapai Rp150 juta. Lebih dari sekadar benda bernilai ekonomi, Hiolo adalah sarana utama ibadah, tempat menancapkan dupa sebagai simbol penghormatan kepada para dewa dan leluhur, yang memiliki nilai spiritual tak ternilai bagi umat Tionghoa.

Merespons keprihatinan mendalam masyarakat tersebut, Tim Gabungan yang terdiri dari personel Satreskrim, Satintelkam, Polsek Bangko, dan Polsek Sinaboi bergerak cepat. Berbekal dedikasi tinggi dan penyelidikan intensif tanpa kenal waktu, tim berhasil memecahkan misteri kasus ini. Puncaknya pada Senin, 15 Juni 2026, terduga pelaku berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Dumai, dan yang paling membahagiakan: kelima buah Hiolo yang dicuri berhasil disita kembali dalam keadaan utuh.

Berita kembalinya benda suci tersebut disambut sukacita luar biasa oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Tionghoa. Bagi mereka, keberhasilan Polres Rokan Hilir bukan hanya memulihkan kerugian materi, melainkan telah mengembalikan rasa aman, ketenangan batin, serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama yang menjadi ciri khas toleransi di Negeri Seribu Kubah.

Kepedulian dan kinerja profesional kepolisian pun dibalas dengan penghormatan tinggi. Puluhan karangan bunga ucapan terima kasih dan apresiasi mengalir masuk, dikirim oleh tokoh masyarakat, marga-marga, vihara, pengurus kelenteng, dan berbagai elemen masyarakat dari dalam maupun luar daerah. Kehadiran rangkaian bunga indah ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan publik serta ikatan erat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Kapolres Rokan Hilir menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan adalah kewajiban dan tugas pokok kepolisian dalam melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Apresiasi ini adalah penghargaan bagi kerja keras seluruh personel, sekaligus menjadi motivasi besar bagi kami. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Polri hadir untuk semua, termasuk menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan ketenangan hati masyarakat. Benda ini bernilai sakral, dan kami bertekad mengembalikannya demi rasa aman dan damai saudara-saudara kita. Ke depan, kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan, menegakkan hukum secara tegas dan adil, serta menjaga Rokan Hilir tetap aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga,” tegas Kapolres.

Kini, Hiolo telah kembali ke tempatnya, dan rasa damai kembali menyelimuti Kelenteng Hai Cu King. Halaman Mapolres yang penuh karangan bunga hari ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi, toleransi, dan bukti bahwa di Rokan Hilir, keamanan dan keharmonisan hidup berdampingan berkat kerja sama erat antara aparat dan masyarakat.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *